Langsung ke konten utama

[In My Opinion] Woman and Her Education

 

[In My Opinion] Woman and Her Education

Oleh : Umul Amanah

 Economics may limit Muslim women's education more than religion | Pew  Research Center

                Gak kerasa tahun 2021 akan segera berakhir, mungkin ada beberapa resolusi kita yang belum tercapai pada tahun ini, it’s ok. Begitu pun dengan usia kita yang semakin hari semakin berkurang, penting juga sih buat muhasabah diri kita sendiri, am I more better?. Entah kenapa akhir-akhir ini jadi kepikiran pengen membahas tentang wanita dan pendidikan. Karena masih terngiang-ngiang omongan tetangga tentang perempuan yang bilang :

                Ngapain perempuan capek-capek kuliah, lha nanti nya kan cuman jadi ibu rumah tangga

Kata-kata tersebut sulit untuk dihilangkan dari pikiran ini. Ya memang betul, dalam kehidupan sosial kita, yang mengerjakan pekerjaan domestik nanti ketika berumah tangga adalah perempuan, tapi apakah salah jika seorang perempuan itu menjadi ibu rumah tangga meski dia memiliki gelar?

                Di kehidupan kapitalis sekarang emang paradigma masyarakat itu memandang orang kuliah mesti lah dia punya pekerjaan yang mapan, atau kerja di sektor-sektor industri, kalau perempuan memilih menjadi ibu rumah tangga meski dia punya gelar, pasti banyak yang bilang “ sayang duit ortu” “ capek-capek kuliah akhirnya jadi IRT juga” and another opinions.

                Tapi, menurut opiniku, tidak salah kok orang yang kuliah jadi IRT. Dia justru punya ilmu yang nantinya akan dia bagikan ke anak-anak nya kelak. Jadi intinya tidak ada ilmu yang tidak berguna.Lagi pula,orang kan punya preferensi masing-masing, ya kan? asalkan kita mau bertoleransi dan adaptif. Juga, orang yang pernah mengenyam pendidikan tinggi tidak boleh merasa "aku yang paling tahu" dan tidak boleh sombong, karena dia punya kesempatan itu tidak untuk dibanggakan dan merendahkan orang. Juga,harusnya ibu-ibu yang belum memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi tidak boleh menggibah atau memandang sinis terhadap wanita yang memiliki gelar namun menjadi IRT. Karena Allah SWT itu melihat seseorang  berdasarkan ketakwaannya,bukan seberapa tinggi strata pendidikan mu.

                Jadi point yang ingin aku highlight di sini adalah, orang-orang memiliki preferensi masing-masing, ada yang ingin melanjutkan pendidikan lebih tinggi ada juga yang memilih untuk tidak,bukan berarti orang yang memiliki strata pendidikan yang lebih tinggi itu lebih baik dari yang lain. Jalani apa yang menjadi interest kamu dengan baik. Sekian.

    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GJ

      Ketika kita berbicara "Takdir", apa yang yang langsung terlintas dalam benak kita? mungkin takdir a.k.a destiny adalah sesuatu hal yang sudah atau mungkin akan menimpa kita kedepannya. Ada takdir yang kita sukai dan ada pula takdir yang kita kurang sukai.     Hidup dengan penuh andai-andai adalah sesuatu hal yang paling menyebalkan, berkontemplasi dengan pemikiran diri sendiri hingga akhirnya capek sendiri, memiliki idealisme juga melelahkan. Sebagai pribadi yang memiliki tipe kepribadian INFP-t, aku baru menyadari ternyata aku itu senang menyendiri, menyendiri itu kadang membuat energi ku ter-charge kembali setelah harus bertemu banyak orang. Bukannya anti-sosial, tapi lebih ke capek kalau harus berhadapan dengan banyak orang dalam waktu yang lama, terkadang dalam keramaian pun aku masih merasa sendiri. Kadang ada beberapa orang yang beranggapan aku ini sombong hanya karena sedikit berbicara dan melakukan apa-apa sendiri.     Aku kadang bingung ...

Bajumu gak sesopan baju kuntilanak

Assalamualaikum guys, well ketemu lagi ye di tulisan ane yg ke 3. Menurut kamu nih, judulnya sereeemm gak sih (serem muke lo), ya mungkin ada yang bilang serem ada juga yang bilang enggak, yang bilang enggak serem berarti kamu kuntilanak nya #hehe. Tapi kalo menurut ane sendiri seremm banget, bukan serem sama kuntilanak nya, tapi serem aja liat fashion abege jaman sekarang, uuhh.. dari mulai u can see, itutuh yang keliatan keteknya, lebih parah kalo keteknya buluan 10 senti dan dan berembun (gubrakss), terus yang udel nya sengaja di liat liatin, biar apa coba udel nya diliatin, biar disebut anjeli yang di film kuch-kuch hota hai gtu ?di tembongin segala #hadeuhh, parah lah pokoknya,dan masih banyak kesereman sereman yang lainnya, saking seremnya ane saranin, ini kata orang tua jaman dulu ya,kalo ketemu abege beginian bawa bawang putih dari rumah pake garem sama bawa kecap juga (sekalian bikin nasi goreng) supaya terhindar, terhindar dari kelaperan maksud nya, adeuh gak nyambung...